Kemitraan Usaha / Bisnis
Kemitraan merupakan suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan.
Menurut Muhammad Jafar Hafsah, kemitraan adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan.
Konsep formal kemitraan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1995 menyatakan kemitraan adalah kerja sama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.
Tujuan Kemitraan
Pada dasarnya maksud dan tujuan kemitraan yaitu untuk membantu para pelaku kemitraan dan pihak-pihak tertentu dalam mengadakan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan (win-win solution) dan bertanggung jawab.
Kemitraan usaha baik dalam skala usaha kecil maupun skala besar pada akhirnya tidak hanya sekedar memberi keuntungan pada pihak yang bermitra, tetapi pula akan berdampak pada pihak-pihak lain atau masyarakat secara umum.
Beberapa tujuan kemitraan diantaranya :
- Meningkatkan pendapataan usaha dan masyarakat.
- Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan.
- Menghindari monopoli pasar.
- Memperluas kesempatan kerja.
- Menghindari persaingan bisnis / usaha yang tidak sehat.
- Meningkatkan pertumbuhan ekonomi perdesaan, wilayah dan nasional.
Manfaat Kemitraan
Manfaat yang akan diperoleh dalam kegiatan kemitraan adalah merupakan upaya bersama untuk memperkuat kemampuan bersaing dan untuk membangun tatanan dunia usaha yang kuat dengan tulang punggung usaha menengah yang tangguh saling mendukung dengan usaha kecil dan usaha menengah atau usaha besar, atau membangun tatanan perniagaan yang sehat antara pengelola perniagaan dengan pemilik modal melalui ikatan-ikatan kerjasama.
Dengan demikian, diharapkan hasil yang dicapai dari k emitraan usaha harus lebih baik atau lebih besar dibandingkan jika dikelola sendiri tanpa kemitraan dengan pihak lain. Jika hasil yang diperoleh dari kemitraan tidak lebih baik dari tanpa kemitraan, berarti kemitraan tersebut gagal.
Manfaat Kemitraan digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya :
- Manfaat produktivitas
Peningkatan produktivitas dapat ditempuh dengan mengurangi faktor input dan meningkatkan produksi. Selain itu, produktivitas yang tinggi dapat diperoleh dengan cara mengurangi penggunaan input (dengan syarat tidak mengurangi kualitas), sehingga dengan output yang tetap dengan penggunaan input yang sedikit menunjukkan adanya peningkatan produktivitas. - Manfaat efisiensi
Manfaat efisiensi dapat diartikan sebagai dicapainya cara kerja yang hemat, tidak terjadi pemborosan, dan menunjukkan keadaan menguntungkan, baik dilihat dari segi waktu, tenaga maupun biaya. Efesiensi terjadi bila output tertentudapat dicapai dengan input yg minimum. - Manfaat jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas
Dengan adanya penggabungan dua potensi dan kekuatan untuk menutupi kelemahan dari masing-masing pihak yang bermitra, maka akan dihasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dan efisiensi serta efektivitas. Produktivitas menunjukkan manfaat kuantitas dan efisiensi serta efektivitas menunjukkan manfaatkualitas. Dengan kualitas dan kuantitas yang dapat diterima oleh pasar, maka akan dapat menjamin kelangsungan usaha. - Manfaat dalam risiko
Dalam kemitraan kedua pihak memberi peran yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga keuntungan atau kerugian yang dicapai atau diderita kedua pihak sesuai dengan peran dan kekuatan masing-masing. Hal ini berarti bahwa dalam kemitraan, ada rasa senasib sepenanggungan antara pihak yang bermitra sehingga jika ada resiko ditanggung bersama antara pihak yang bermitra, sehingga resiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi berkurang.
Jenis-Jenis Kemitraan Usaha
Berdasarkan posisi pelaku yang bermitra, kemitraan usaha terbagi atas :
- Kemitraan Vertikal
Yaitu kemitraan antara beberapa perusahaan yang memiliki tahap atau tingkatan kegiatan produksi yang berurutan, dari tahap paling awal sampai tahap produksi akhir. - Kemitraan Horizontal
Kemitraan horizontal adalah persekutuan yang dari dua orang atau lebih yang memiliki level yang sama pada rantai nilai industri, dimana sebagai pemilik bersama yang menjalankan suatu bisnis untuk mencari keuntungan. Esensi dari kemitraan ini adalah mampu berkontribusi bersama, baik berupa modal kerja dan mampu berinteraksi sesuai kesepakatan dan kode etik yang telah disepakati bersama oleh pihak-pihak yang ada di dalam persekutuan tersebut
Strategi dan Kebijaksanaan Kemitraan Usaha
Strategi yang ditawarkan dalam kemitraan setidaknya mengandung unsur saling memerlukan, saling menguntungkan dan saling memperkuat. Ketiga unsur tersebut dibangun atasa dasar kepercayaan yang berlandaskan keadilan, kejujuran dan kebijakan. Oleh karena itu strategi pertama adalah strategi komitmen visi jangka panjang sedangkan strategi kedua adalah strategi implementasi misi, atau strategi kesepakatan terhadap sasaran dan tujuan berasama.
Sedangkan kebijaksaan kemitraan usaha tergantung pada individu perusahaan yang saling bermitra. Kebijaksanaan seperti memenuhi semua tujuan yang telah ditetapkan sejak awal ingin bermitra dan selalu mengedepankan 3 unsur yang telah disebutkan dalam strategi kemitraan. Setidaknya ketika suatu perusahaan sudah bermitra harus selalu memenuhi apa yang telah disepakati oleh partner mitranya.
Penerapan Kemitraan
Dalam penerapan kemitraan, kali ini saya akan menerapkan konsep kemitraan dengan business model canvas yang telah saya buat pada postingan beberapa waktu lalu mengenai bmc usaha Travel Kita.
Seperti yang bisa kalian lihat pada 9 block business model canvas usaha travel kita, saya akan menjalin kemitraan sesuai dengan apa yang tertuang dalam bagian key partners dan channels. Yaitu saya akan bermitra dengan penyedia jasa penginapan sesuai dengan destinasi yang tersedia, para agent dari PO bus, dan juga pemandu wisata (travel guide) yang berpengalaman agar mempermud dalam mengakomodir segala urusan wisata.
Serta saya akan bermitra dengan para influencer yang memiliki jumlah followers atau pengikut di media sosial yang banyak. Bermitra dengan influencer, diharapkan mereka (influencer) yang terpilih akan mempromosikan jasa travel kita kepada para pengikutnya di media sosial, sehingga akan menambahkan rasa kepercayaan terhadap travel kita kepada para pengikutnya serta menambahkan jumlah customer yang memilih produk travel kita.



EmoticonEmoticon