Kamis, 29 Oktober 2020

My Idea BMC (Lanjutan)

 -------- Travel Kita --------


A. Pengantar Post Lanjutan

    Pada postingan kali ini, saya ingin melanjutkan postingan mengenai My Idea BMC Travel Kita pada pekan lalu. Dalam postingan kali ini saya akan lanjut membahas business model canvas 9 block yang pekan lalu baru dibahas 5 block, kali ini saya akan membahas 4 block BMC.


B. Penjelasan Mengenai 4  Block BMC

6. Key Resources

    Dalam Travel Kita memiliki banyak key resources yang dapat membantu Travel Kita untuk menciptakan dan menawarkan proporsi nilai, menjangkau pasar, mempertahankan hubungan dengan segmen pelanggan serta memperoleh pendapatan, diantaranya Travel Guide yang berpengalaman. Pemandu wisata yang dipilih oleh Travel Kita sudah terjamin akan kualitas dan pengalamannya.


7. Key Activities

    Travel Kita mempunyai beberapa key activities yang dapat menunjang keberhasilan bisnis serta menciptakan dan menwarkan value dalam ber travelling untuk meningkatkan nilai bisnis. Diantaranya kami mengawasi para pemandu wisata agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada customer, serta kita memilih destinasi-destinasi wisata yang dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan kepada customer.


8. Key Partners

    Dalam hal key partners, Travel Kita telah bekerja sama dengan para pemandu wisata yang berpengalaman, serta Travel Kita telah bekerja sama dengan para penyedia jasa penginapan hampir di seluruh destinasi yang disediakan.

9. Cost Structure

    Pada cost structures Travel Kita senantiasa memperhitungkan segala biaya operasional setiap melakukan perjalanan ke segala penjuru destinasi. Travel Kita berkomitmen meminimalisir biaya operasional yang tidak perlu sehingga memberikan layanan travelling dengan harga terjangkau.


Berikut gambaran ringkas mengenai 4 Block BMC


C. 9 Elemen Block Business Model Canvas Travel Kita



Read More

Kamis, 22 Oktober 2020

My Idea BMC

-------- Travel Kita --------

Executive Summary

    Saat ini travelling merupakan salah satu kegiatan yang banyak digemari oleh semua kalangan, terutama para  remaja. Tren wisata  keberbagai wilayah menjadi aktivitas yang sering dilakukan oleh masyarakat saat ini. Di Indonesia tiap tahunnya jumlah wisatawan yang berkunjung meningkat, baik wisatawan lokal, maupun internasional.    

    Industri pariwisata telah berkembang pesat selama beberapa tahun belakangan ini, hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat sehingga persebaran informasi mengenai pemandangan-pemandangan megah di seluruh penjuru dunia.

    Dalam masa pandemi seperti ini banyak masyarakat yang terpaksa menunda perjalanan nya dikarenakan masyarakat di sarankan untuk dirumah saja. Dan pada saat new normal ini permintaan untuk melakukan perjalan baik dalam negeri ataupun mancanegara meingkat pesat.

    Travel Kita menawarkan paket liburan sesuai dengan kebutuhan anda, setiap destinasi yang dilakukan pastinya akan dilayani oleh tim kami yang telah berpengalaman, sehingga anda benar-benar merasakan liburan yang berkesan dan tak terlupakan. Dan yang terpenting Travel Kita menyediakan liburan yang selalu mengikuti protokol kesehatan pada masa new normal ini sehingga perjalanan anda akan senantiasa berkesan dan selalu mengedepankan faktor kesehatan.

    Travel Kita akan selalu menghasilkan konsep - konsep liburan yang segar demi meningkatkan pariwisata di Indonesia dengan melayani jasa pariwisata, baik dari segi pelayanan perjalan maupun transportasi. Integrasi antara pelayanan perjalanan dan transportasi akan menciptakan setiap pelayanan akan terasa memuaskan.


1. Customer Segments

    Seperti halnya yang telah dijelaskan di atas Travel Kita dalam memajukan pariwisata di Indonesia, Travel Kita berkomitmen untuk mengedepankan destinasi-destinasi lokal serta kita menyediakan paket perjalanan untuk kelompok private maupun open trip (sharing trip). Dan target customer kita merupakan para remaja milenial.


2. Value Propositions

    Dalam hal ini Travel Kita memberikan kemudahan bagi para traveller untuk mencapai destinasi impian dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Travel Kita senantiasa memberikan pengalaman travelling yang berkesan dan sulit untuk dilupakan.

3. Channels

    Travel Kita melakukan publikasi melalui instagram dengan membuat konten  menarik dan meningkatkan keterlibatan followers melalui promosi destinasi-destinasi menarik di Indonesia. Serta Travel Kita telah bekerja sama dengan para pemandu wisata yang telah berpengalaman dalam bidangnya.

4. Customer Relationships

    Travel Kita akan memberikan pelayanan yang terbaik dalam melayani para customer dan senantiasa menjaga kepercayaan customer dengan membuat customer service yang tersedia pada hari senin-jumat pada jam kerja. Segala bentuk keluhan customer yang disampaikan melalui customer service maupun media sosial, kita akan selalu berusaha merespon dengan baik.

5. Revenue Streams

    Travel Kita memiliki paket-paket travel yang merupakan harga tetap (Fixed Price), karena Travel Kita senantiasa memperhitungkan biaya perjalanan dengan sangat rinci sehingga produk pada Travel Kita tidak bisa di tawar. 




Read More

Kamis, 15 Oktober 2020

Business Model Canvas

    Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Business Model Canvas. Sebelum membahas lebih dalam mengenai apa itu Business Model Canvas, kita akan membahas terlebih dahulu apa itu Business Model.


Business Model

    Business Model atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai model bisnis merupakan Suatu model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai - baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya.

    Menurut Alexander Osterwalder, Business Model adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses dan sistem. 

    Semua pelaku bisnis harus memiliki pemahaman yang sama terhadap Business Model sehingga diperlukan sebuah konsep yang dapat memberikan satu gambaran standar. Konsep ini harus simple, relevan dan mudah dipahami secara intuitif. Konsep inilah yang diberi nama 9 Building Blocks.


Business Model Canvas (BMC)

    Bisnis model kanvas adalah salah satu dari sekian model bisnis yang berkembang di dunia. Business Model Canvas ialah suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah.

    Konsep bisnis model canvas mengandalkan gambar-gambar ide sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang sama dan riil terhadap tipe-tipe konsumen mereka, pengeluaran biaya, cara kerja perusahaan dan sebagainya.
    Model bisnis kanvas ini pertama kali dikembangkan oleh Alexander Ostelwarder. Dengan menggunakan model bisnis ini, kita dapat menggambarkan dan mengerucutkan beberapa aspek bisnis sebagai sebuah strategi yang utuh. Bisnis model kanvas ini terdiri dari sembilan element yang dapat menunjang berjalannya sebuah bisnis.

Tujuan Pembuatan Business Model Canvas 
    Pembuatan Business Model Canvas tentu saja bertujuan untuk membantu perusahaan merancang perencanaan proses bisnis dan menetapkan serta memvalidasi poin penting dalam bisnis seperti; sumber daya, aktivitas, hubungan yang akan dijalin dengan pihak terkait, pendapatan, hingga pengeluaran yang harus dikeluarkan.

Contoh BMC Dan 9 Block BMC
1. Value Proposition
Value proposition merupakan nilai yang diposisikan perusahaan untuk calon customer. Nilai tersebut mencakup produk atau jasa serta bagaimana perusahaan ingin dilihat oleh calon customer. 

2. Customer Segments
Dalam suatu bisnis, customer menjadi salah satu komponen penting. Dari customer suatu perusahaan akan mendapatkan income. Perusahaan dapat mengisi blok ini dengan segmentasi customer seperti apa yang mereka incar sesuai dengan value proposition. 

3. Channels
Setiap perusahaan memerlukan sarana atau cara untuk menyampaikan jasa atau produk mereka kepada customer. Channels merupakan sarana atau cara untuk menyampaikan jasa atau produk kepada customer sesuai segmen yang ditentukan sebelumnya. 

4. Customer Relationship Di dalam lingkup ini yang dinilai adalah bagaimana menjalin hubungan dengan pelanggan. Agar customer tidak mudah berpaling ke bisnis lain, maka sangat penting untuk menjalin hubungan yang baik dengan customer. Selain itu, diperlukan juga pengawasan yang ketat dan intensif dalam customer relationship.

5. Key activities
Ada banyak aktivitas yang harus dilakukan perusahaan dalam menghasilkan produk atau jasa serta bertahan di tengah kompetisi. Perusahaan dapat mengisi berbagai macam kegiatan yang akan mereka lakukan untuk menghasilkan produk dan jasa dalam blok key activities. Key activities juga menunjukkan kegiatan utama yang harus diberi perhatian lebih oleh perusahaan.

6. Key Resources
Sumber daya merupakan kunci mewujudkan value proposition melalui key activities yang akan dijalankan. Dalam key resources, perusahaan dapat mengisi dengan sumber daya apa saja yang mereka miliki, baik tenaga kerja maupun benda mati seperti perlengkapan dan peralatan.

7. Key Partnership
Tidak mungkin perusahaan akan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan relasi dari pihak lain, baik customer maupun pemasok bahan utama. Untuk memperlancar relasi yang terjaga dengan baik, perencanaan bagaimana relasi akan berjalan ketika eksekusi bisnis.  Key resources dapat diisi dengan pihak-pihak mana saja yang harus diajak bekerja sama untuk mencapai tujuan.

8. Revenue Stream
Selain kegiatan penting yang telah dijabarkan dalam key activities, perusahaan harus menentukan bagaimana mereka akan mendapatkan profit atau keuntungan dari key activities yang akan berjalan berdasarkan value proposition. Revenue stream menjelaskan bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan ketika bisnis telah dieksekusi.

9. Cost Structure
Tidak hanya mendapatkan keuntungan, perusahaan harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk menjalankan bisnis dan mendapatkan keuntungan. Cost structure meliputi jenis biaya yang sekiranya akan dikeluarkan ketika bisnis telah berjalan. Contoh biaya tersebut antara lain; biaya sewa tempat, internet, listrik, dan sebagainya. Dengan pengelolaan pengeluaran yang akurat, bisnis akan lebih efisien dan terhindar dari risiko kerugian.

Read More