Sabtu, 19 Desember 2020

Pitch Deck

 "Pitch Deck"


    Selamat pagi, siang, ataupun malam kawan kawan, sesuai judul yang tertera, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan artikel mengenai kewirausahaan. Pada kesempatan kali ini saya membahas mengenai "Pitch Deck". Pasti kalian bertanya tanya apa sih pitch deck itu, apasih manfaat pitch deck, dan apa saja yang terkandung dalam pitch deck.

Pengertian Pitch Deck

    Pitch Deck merupakan sebuah presentasi singkat yang menjelaskan gambaran umum mengenai rencana bisnis. Dengan bantuan tersebut, kita bisa menjelaskan seperti apa produk kita kepada calon investor dan membuat mereka tertarik memberikan pendanaan untuk bisnis kita. Pitch deck biasanya dibuat menggunakan berbagai macam tools umum seperti PowerPoint, KeyNote, atau Prezi. Dalam membuat pitch deck tidaklah boleh asal-asalan. Tampilannya haruslah menarik dan informatif. Pitch deck biasanya terdiri dari beberapa slide dan menceritakan dengan jelas apa tujuan dan lingkup bisnis startup-mu.

Tujuan dan Manfaat Pitch Deck

    Tujuan umum penggunaan pitch deck adalah untuk menginformasikan atau melempar sebuah ide bisnis kepada calon pengguna (customer), co-founder (mitra bisnis), mitra usaha atau pihak-pihak lain yang dianggap dapat membantu atau menunjang pengembangan dari sebuah ide bisnis, maka pitch deck dapat digunakan di setiap tahapan siklus bisnis atau startup.
    Tak hanya untuk menjelaskan rencana bisnis, pitch deck juga bisa kita gunakan saat bertemu dengan perusahaan lain untuk bekerja sama atau orang yang akan menjadi calon co-founder. Secara singkat tujuan dibuatnya pitch deck adalah untuk menarik investor agar mau membiayai atau mendanai startup yang dibuat.
    Perlu diingat kembali Pitch Deck merupakan sarana untuk menarik atau mempengaruhi investor untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ide bisnis atau perusahaan (startup) yang sedang dipresentasikan. Selain pengertian, tujuan dan manfaat Pitch Deck juga mempunyai unsur-unsur penting yang dapat menunjang agar penyusunan pitch deck dapat dijalankan secara sukses.

Unsur-Unsur Pitch Deck

    Unsur-unsur pitch deck sangat penting diketahui bagi para perintis bisnis, sebab dalam membuat pitch deck ada beberapa unsur yang harus di ketahui, diantaranya :
  • Cover 
    Unsur pada bagian ini menampilkan “Kesan Pertama” dari bisnis kita. Cover harus dibuat menarik perhatian agar audience tertarik untuk memperhatikan presentasi. Dalam unsur cover, terdapat nama atau logo bisnis, lalu tagline bisnis.
  • Problem
    Bagian ini menguraikan atau mengilustrasikan dengan jelas problem atau masalah yang ada, dengan menengahkan. Saat melakukan pitching, pancing emotional feeling audience anda dengan cerita mengenai problem atau permasalahan yang biasa terjadi di sekeliling mereka yang berkaitan dengan produk/jasa yang anda tawarkan.
  • Solution
    Bagian ini berhubungan erat dengan unsur kedua, dimana anda diminta menjelasakan mengenai solusi yang anda berikan. Jelasakan apa itu produk/jasa anda, dan tunjukkan perbedaan antara sebelum dengan sesudah menggunakan solusi dari produk anda.
  • Market Size
    Pada Unsur Bagian ini menengahkan bahwa bisnis kita memiliki market atau pasar (marketable). Dengan Menjelaskan secara singkat mengenai customer dan pasar potensial yang ada bagi produk atau jasa yang ditawarkan.
  • Product
    Bagian ini menjelaskan produk atau jasa yang di tawarkan secara singkat dan jelas. Dengam menampilkan maanfaat dari produk atau jasa pada bisnis kita,  fungsi produk atau jasa yang dalam mengatasi problem yang ada  dan menegaskan keunikan produk atau jasa pada bisnis kita, kemudian untuk membuktikan produk kita dapat Tampilkan testemoni.
  • Go to Market
    Jelaskan bagaimana perencanaan dari bisnis yang ditawarkan untuk mendapatkan perhatian pelanggan dan seperti apa proses penjualannya. Gambarakan dengan ringkas dan jelas taktik (strategi) utama yang ingin di gunakan
  • Competition
    Jelaskan bagaimana kondisi persaingan yang dihadapi? Buatkan peta persiangan yang ada (posisi, kekuatan, kelemahan, dan peluang yang mereka miliki). “Fokus utama pada apa yang membedakan Anda dari pesaing dan kelebihan apa yang Anda miliki dari mereka” (kemitraan, teknologi, kekayaan intelektual, kesederhanaan, proses bisnis, jaringan dan lain-lain)
  • Traction
    Traction merupakan suatu pembuktian bahwa ide bisnis atau bisnis yang ditawarkan mempunyai nilai ekonomis atau potensial untuk dapat dikembangkan dengan baik. Bisanya berupa hasil dari tahap pengembangan produk atau jasa pada tahapan awal sikulus bisnis (uji coba model binis yang akan digunakan), dimana menunjukkan hasil bahwa solusi yang ditawarkan bisnis dapat mengatasi permasalahan yang ada.
  • Team
    Jelaskan mengapa anda dan atau tim anda adalah orang yang tepat dan kompeten untuk menjalankan ide bisnis yang anda rencanakan. Tunjukkan keahlian dan keunik setiap anggota tim dan bagaimana tim anda akan dapat bekerja sama untuk mendukung anda menuju kesuksesan ide bisnis anda.
  • Call for Action
    Buatlah pernyataan secara singkat namun jelas mengenai apa yang dibutuhkan (tujuan utama) bisnis anda saat ini. Seperti, seberapa besar dana yang anda butuhkan, Untuk apa dan Bagaimana Kerjasama yang dilakukan.
  • Close
    Pada slide penutup ini, kita cantumkan; Nama dan logo starup, Contact atau bagaimana mana cara menghubungi anda atau tim anda  dan Cantumkan kembali “pernyataan pertama yang mengesankan” dari Ide Bisnis atau perusahaan Anda.
    Dengan kita mengetahui unsur-unsur pitch deck yang telah dijelaskan diatas , diharapkan kita dapat membuat pitch deck dengan baik sehingga presentasi pitch deck kita kepada calon investor akan dapat mudah di pahami.

Tips & Tricks Dalam Penyusunan Pitch Deck

  1. Buat pitch deck yang terdiri atas 10 – 15 slide
    Saat melihat sebuah pitch deck, seorang investor sebenarnya hanya ingin melihat garis besar dari suatu produk atau jasa yang dipresentasikan. Waktu mereka biasanya tidak banyak, maka presentasi pitch deck harus singkat namun bisa memberikan gambaran yang jelas. Untuk itu, slide yang dipersiapkan pun tidak boleh terlalu panjang. Agar pesan yang ingin disampaikan dalam presentasi kita dapat dipahami oleh audience.
  2. Pahami Materi Pitch Deck dengan Baik
    Para investor ketika berhadapan dengan startup tahap awal biasanya tidak akan terlalu memikirkan akurasi data yang ditunjukkan para founder di dalam pitch deck. Mereka justru lebih ingin melihat bagaimana cara berpikir para founder dalam menemukan angka tersebut, dan bagaimana menghubungkannya dengan bisnis yang sedang dipresentasikan.
  3. Gunakan ukuran huruf yang mudah terbaca
    Pitch deck bukanlah sebuah laporan atau skripsi yang akan dibaca kata per kata oleh sang investor. Mereka biasanya akan membaca sekilas untuk menghemat waktu, dan berusaha menangkap apa sebenarnya produk atau ide bisnis yang akan dikembangkan.
  4. Jangan terlalu kaku, cerita seperti biasa saja
    Beberapa investor mungkin bosan mendengar penjelasan penuh slide yang disajikan. Tapi, anda bisa membuatnya lebih menarik dengan bercerita. Presentasi bisnis gak selamanya harus kaku. Dengan bercerita, investor akan lebih tertarik untuk mendengarkan dengan antusias.
  5. Penjelasan yang fokus
    Presentasi dengan cara bercerita bukan berarti anda bisa seenaknya ngomong sana-sini. anda tetap harus fokus terhadap apa yang ingin kamu sampaikan. Karena kalau bertele-tele, takutnya akan menyita waktu lebih lama. Sementara waktu para investor gak cuma buat mendengarkan anda ngoceh doang.
  6. Hindari penggunaan kata-kata yang rumit dan bertele-tele
    Selain untuk menghemat waktu, langkah ini pun perlu di lakukan agar sang investor bisa mudah memahami produk yang tengah dipresetasikan. Contoh kalimat rumit: “Kami membuat sebuah perpaduan teknologi kecerdasan buatan dan blockchain di dunia perbankan.” Contoh kalimat sederhana: “Produk kami memungkinkan orang yang tidak mempunyai rekening bank untuk bisa bertransaksi online.”
  7. Tunjukkan kelebihan dari produk yang dimiliki
    Ketika menawarkan sebuah produk, pastinya anda memberi tahu hal-hal positif tentang materi presentasi yang dibawakan. Kelebihan dibandingkan produk lain harus anda tonjolkan kepada klien agar mereka merasa tertarik dan diyakinkan atas presentasi yang kamu bawakan.
  8. Utarakan profil perusahaan yang jelas
    Penjelasan yang fokus adalah mampu menceritakan keseluruhan bisnis tanpa memakan waktu lama. Yang harus diutarakan pertama adalah profil perusahaan. Jelaskan bergerak di bidang apa bisnismu, dan seperti apa model bisnisnya, Kemudian, produk atau jasa apa yang kamu jual. Jangan lupa untuk memberikan sesuatu penjelasan singkat mengenai keunikan dari produkmu, apa yang membuatnya beda dari produk-produk lainnya.

Penutup

Setelah semua seluk beluk pitch deck yang sudah dijelaskan diatas, diharapkan kalian bisa membuat pitch deck dengan baik dan mudah di pahami. Jika masih belum memahami apa itu pitch deck dan bagaimana membuatnya coba kalian baca lagi perlahan-lahan sembari memahami tulisan diatas.

Sekian pembahasan kali ini mengenai pitch deck, semoga materi yang disampaikan dapat mudah di pahami oleh para pembaca, terimakasih bagi yang sudah mampir di blog ini.
Read More

Sabtu, 12 Desember 2020

Marketing Insight - Apa dan Bagaimana

"Marketing Insight - Apa dan Bagaimana"

(Webinar Esa Unggul Kampus Citra Raya)



    Selamat pagi, siang, ataupun malam kawan kawan, pada kesempatan kali in saya akan membuat artikel mengenai "Marketing Insight - Apa dan Bagaimana" yang dilaksanakan pada sabtu, 05 Desember 2020 oleh esa unggul kampus citra raya. Pada webinar kali ini terdapat 2 narasumber yaitu Ibu Diana Fajarwati, ST, MSM. selaku lecturer, researcher, consultant dengan materi "Marketing Insight" dan Ibu Cicilia S. Bangun, ST, MT. selaku kepala biro pemasaran Universitas Esa Unggul dengan materi "Consumer Insight".
    Sebelum kita membahas topik utama yaitu "Marketing Insight" ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu marketing. Marketing merupakan proses mengenalkan produk atau jasa agar diketahui oleh masyarakat. Marketing juga berarti proses pemasaran produk atau jasa, mulai dari pembuatan strategi hingga apa yang dirasakan oleh konsumen.

Marketing Insight


Insight               : Merupakan suatu pemahaman yang sangat dalam mengenai sesuatu dan
                             pemahaman tersebut selalu muncul sehingga dijadikan sebagai tujuan atau
                             acuan utama.
Market Insight : Suatu pemahaman yang sangat dalam mengenai pasar yang selalu muncul
                             secara tiba-tiba.
    Market Insight juga bisa diartikan sebagai poin penting dalam dunia bisnis yang sering kali digunakan oleh perusahaan. Para marketer perusahaan akan melakukan tindakan tersebut kepada konsumen sehingga konsumen menjadi terpengaruh dengan setiap hal yang disampaikan oleh para marketer.
    Dalam membangun sebuah bisnis kita harus menentukan tujuan bisnis kita / business goal kita, maka kita harus memperhatikan beberapa aspek-aspek bisnis seperti apakah produk bisnis kita dapat diterima oleh pasar, apakah produk kita disenangi oleh konsumen, dan yang penting juga apakah bisnis yang kita bangun menghasilkan profit.

Dalam melakukan market insight, ada beberapa hal yang harus diketahui, diantaranya :
  1. Memahami Kebutuhan Pasar
    Kita harus memahami segala kebutuhan pasar yang selalu berubah secara dinamis agar bisnis kita selalu disenangi oleh konsumen. Ada 3 hal penting dalam memahami kebutuhan pasar, diantaranya :
         - Relevant    : Maksud dari relevant pada hal ini adalah apa produk yang paling sesuai
                                dengan kondisi lingkungan atau trend yang sedang berkembang.
         - Appealing : Appealing dalam hal ini adalah bagaimana kita membangkitkan
                                emosional konsumen dari sisi positif atau dengan kata lain bagaimana
                                produk kita dapat disenangi oleh konsumen. Ada 3 komponen
                                appealing yaitu functional value, emotional value, symbolic value.
         - Suitable    : Suitable dengan cara empati terhadap kapasitas konsumen. Dalam
                               memahami kapasitas konsumen, kita berbicara tentang kemampuan
                               financial konsumen, apakah produk kita dapat dibeli oleh para
                               konsumen. Suitable merupakan langkah penting untuk memilih
                               target market produk kita.
  2. Qualitative Research
    Riset pemasaran kualitatif melibatkan pemeriksaan alami atau observasi terhadap filosofi yang mengatur perilaku konsumen. Arah dan kerangka penelitian sering kali direvisi saat informasi baru diperoleh, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi masalah dan subjek secara mendalam. Kualitas penelitian yang dihasilkan sangat tergantung pada keterampilan peneliti dan dipengaruhi oleh bias peneliti.
  3. Quantitative Research
    Riset pemasaran kuantitatif adalah penerapan teknik penelitian kuantitatif di bidang pemasaran. Ini berakar pada pandangan positivis dunia, dan sudut pandang pemasaran modern bahwa pemasaran adalah proses interaktif di mana pembeli dan penjual mencapai kesepakatan yang memuaskan tentang " empat P " pemasaran: Produk, Harga, Tempat (lokasi ) dan Promosi.
    Sebagai metode penelitian sosial , biasanya melibatkan pembuatan kuesioner dan skala . Orang yang menanggapi (responden) diminta untuk mengisi survei . Pemasar menggunakan informasi untuk mendapatkan dan memahami kebutuhan individu di pasar, dan untuk membuat strategi dan rencana pemasaran .
  4. Social Media Listening
    Social media listening merupakan proses memahami target konsumen dan mengembangkan strategi kampanye marketing. Hal ini dilakukan dengan “mendengarkan” seluruh perbincangan mengenai industri bisnis yang kamu lakoni, brand perusahaanmu, dan semua topik yang berhubungan dengan brand. Social media listening terdiri dari dua bagian proses, yaitu social media monitoring dan analisis. 
    Social media monitoring merupakan kegiatan melacak, mengumpulkan, dan merespon perbincangan dan mention audiens di media sosial tentang brand, perusahaan, pesaing, dan bidang industri Anda. Sedangkan proses analisis adalah menganalisis segala data yang diperoleh melalui social media monitoring untuk membantu menentukan strategi pemasaran digital Anda berikutnya di media sosial.

Consumer Insight


    Consumer insight merupakan upaya atau proses pengidentifikasian semua tentang consumer yang dilakukan secara mendalam, mulai dari segi geografis, kebiasaan, latar belakang, demografis dan berbagai faktor yang mempengaruhi consumer untuk berhubungan langsung dengan produk/jasa yang ditawarkan.
    Secara singkat consumer insight dapat diartikan sebagai cara untuk mencari tahu tipe/karakteristik pengguna produk kita seperti apa, semakin kita mengenal tipe pengguna kita maka semakin bagus terhadap produk kita.

Dalam menentukan consumer insight ada beberapa cara untuk mengumpulkan consumer insight, langkah-langkah dalam mengumpulkan consumer insight diantaranya :
  1. Literature Sources        
  2. Survey      
  3. Obeservation         
  4. Interview       
  5. Online/Sosmed  
  6. Document and Records  
  7. Experiment
    Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, diharapkan perusahaan/bisnis jadi lebih mengetahui apa saja produk yang tepat untuk para konsumen. Karena itu perusahaan harus secara kontinyu memeriksa dan mendengarkan apa yang diinginkan konsumen agar dapat menjaga tingkat kepuasan konsumen.

Meskipun dengan menerapkan consumer insight suatu perusahaan harus mengeluarkan segelintir uang, tetapi hasil dari consumer insight yang didapatkan akan lebih setimpal ataupun lebih banyak. Berikut beberapa manfaat ketika suatu perusahaan menerapkan consumer insight :
  1. Meningkatkan jumlah konsumen.
  2. Meningkatkan pendapatan per konsumen.
  3. Mengoptimalkan iklan.
  4. Mendapatkan feedback yang bagus dari konsumen.
  5. Menjalin hubungan yang baik terhadap konsumen.

Kesimpulan

    Ketika suatu perusahaan ingin melakukan marketing ada kalanya memahami aspek-aspek yang ada di dalam ruang lingkup marketing. Perusahaan juga wajib mengetahui dan mendalami apa itu marketing insight dan juga consumer insight karena kedua hal tersebut mendapatkan peranan penting dalam hal marketing. Kehadiran consumer insight akan membangun link/hubungan antara konsumen dan perusahaan agar para konsumen senantiasa memilih dan mempercayai produk yang dijual oleh perusahaan. Serta dengan menerapkan Marketing Insight suatu perusahaan akan mudah dalam mendapatkan ide-ide baru dan bisa mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk memenuhi kepuasan konsumen.

Video Webinar



Read More

Jumat, 04 Desember 2020

Kemitraan Usaha / Bisnis

Kemitraan Usaha / Bisnis



Pengertian Kemitraan

    Kemitraan merupakan suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan. 
    Menurut Muhammad Jafar Hafsah, kemitraan adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan.
    Konsep formal kemitraan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1995 menyatakan kemitraan adalah kerja sama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

Tujuan Kemitraan

    Pada dasarnya maksud dan tujuan kemitraan yaitu untuk membantu para pelaku kemitraan dan pihak-pihak tertentu dalam mengadakan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan (win-win solution) dan bertanggung jawab. 
    Kemitraan usaha baik dalam skala usaha kecil maupun skala besar pada akhirnya tidak hanya sekedar memberi keuntungan pada pihak yang bermitra, tetapi pula akan berdampak pada pihak-pihak lain atau masyarakat secara umum.
Beberapa tujuan kemitraan diantaranya :
  1. Meningkatkan pendapataan usaha dan masyarakat.
  2. Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan.
  3. Menghindari monopoli pasar.
  4. Memperluas kesempatan kerja.
  5. Menghindari persaingan bisnis / usaha yang tidak sehat.
  6. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi perdesaan, wilayah dan nasional.

Manfaat Kemitraan

    Manfaat yang akan diperoleh dalam kegiatan kemitraan adalah merupakan upaya bersama untuk memperkuat kemampuan bersaing dan untuk membangun tatanan dunia usaha yang kuat dengan tulang punggung usaha menengah yang tangguh saling mendukung dengan usaha kecil dan usaha menengah atau usaha besar, atau membangun tatanan perniagaan yang sehat antara pengelola perniagaan dengan pemilik modal melalui ikatan-ikatan kerjasama.
    Dengan demikian, diharapkan hasil yang dicapai dari k emitraan usaha harus lebih baik atau lebih besar dibandingkan jika dikelola sendiri tanpa kemitraan dengan pihak lain. Jika hasil yang diperoleh dari kemitraan tidak lebih baik dari tanpa kemitraan, berarti kemitraan tersebut gagal. 
Manfaat Kemitraan digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya :
  1. Manfaat produktivitas
    Peningkatan produktivitas dapat ditempuh dengan mengurangi faktor input dan meningkatkan produksi. Selain itu, produktivitas yang tinggi dapat diperoleh dengan cara mengurangi penggunaan input (dengan syarat tidak mengurangi kualitas), sehingga dengan output yang tetap dengan penggunaan input yang sedikit menunjukkan adanya peningkatan produktivitas.
  2. Manfaat efisiensi
    Manfaat efisiensi dapat diartikan sebagai dicapainya cara kerja yang hemat, tidak terjadi pemborosan, dan menunjukkan keadaan menguntungkan, baik dilihat dari segi waktu, tenaga maupun biaya. Efesiensi terjadi bila output tertentudapat dicapai dengan input yg minimum.
  3. Manfaat jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas
    Dengan adanya penggabungan dua potensi dan kekuatan untuk menutupi kelemahan dari masing-masing pihak yang bermitra, maka akan dihasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dan efisiensi serta efektivitas. Produktivitas menunjukkan manfaat kuantitas dan efisiensi serta efektivitas menunjukkan manfaatkualitas. Dengan kualitas dan kuantitas yang dapat diterima oleh pasar, maka akan dapat menjamin kelangsungan usaha.
  4. Manfaat dalam risiko
    Dalam kemitraan kedua pihak memberi peran yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga keuntungan atau kerugian yang dicapai atau diderita kedua pihak sesuai dengan peran dan kekuatan masing-masing. Hal ini berarti bahwa dalam kemitraan, ada rasa senasib sepenanggungan antara pihak yang bermitra sehingga jika ada resiko ditanggung bersama antara pihak yang bermitra, sehingga resiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi berkurang.

Jenis-Jenis Kemitraan Usaha

Berdasarkan posisi pelaku yang bermitra, kemitraan usaha terbagi atas :
  1. Kemitraan Vertikal
    Yaitu kemitraan antara beberapa perusahaan yang memiliki tahap atau tingkatan kegiatan produksi yang berurutan, dari tahap paling awal sampai tahap produksi akhir. 
  2. Kemitraan Horizontal
    Kemitraan horizontal adalah persekutuan yang dari dua orang atau lebih yang memiliki level yang sama pada rantai nilai industri, dimana sebagai pemilik bersama yang menjalankan suatu bisnis untuk mencari keuntungan. Esensi dari kemitraan ini adalah mampu berkontribusi bersama, baik berupa modal kerja dan mampu berinteraksi sesuai kesepakatan dan kode etik yang telah disepakati bersama oleh pihak-pihak yang ada di dalam persekutuan tersebut

Strategi dan Kebijaksanaan Kemitraan Usaha

    Strategi yang ditawarkan dalam kemitraan setidaknya mengandung unsur saling memerlukan, saling menguntungkan dan saling memperkuat. Ketiga unsur tersebut dibangun atasa dasar kepercayaan yang berlandaskan keadilan, kejujuran dan kebijakan. Oleh karena itu strategi pertama adalah strategi komitmen visi jangka panjang sedangkan strategi kedua adalah strategi implementasi misi, atau strategi kesepakatan terhadap sasaran dan tujuan berasama.

    Sedangkan kebijaksaan kemitraan usaha tergantung pada individu perusahaan yang saling bermitra. Kebijaksanaan seperti memenuhi semua tujuan yang telah ditetapkan sejak awal ingin bermitra dan selalu mengedepankan 3 unsur yang telah disebutkan dalam strategi kemitraan. Setidaknya ketika suatu perusahaan sudah bermitra harus selalu memenuhi apa yang telah disepakati oleh partner mitranya.

Penerapan Kemitraan


    Dalam penerapan kemitraan, kali ini saya akan menerapkan konsep kemitraan dengan business model canvas  yang telah saya buat pada postingan beberapa waktu lalu mengenai bmc usaha Travel Kita.
    Seperti yang bisa kalian lihat pada 9 block business model canvas usaha travel kita, saya akan menjalin kemitraan sesuai dengan apa yang tertuang dalam bagian key partners dan channels. Yaitu saya akan bermitra dengan penyedia jasa penginapan sesuai dengan destinasi yang tersedia, para agent dari PO bus, dan juga pemandu wisata (travel guide) yang berpengalaman agar mempermud dalam mengakomodir segala urusan wisata.
    Serta saya akan bermitra dengan para influencer yang memiliki jumlah followers atau pengikut di media sosial yang banyak. Bermitra dengan influencer, diharapkan mereka (influencer) yang terpilih akan mempromosikan jasa travel kita kepada para pengikutnya di media sosial, sehingga akan menambahkan rasa kepercayaan terhadap travel kita kepada para pengikutnya serta menambahkan jumlah customer yang memilih produk travel kita.
Read More

Rabu, 25 November 2020

Legalitas Bisnis

"Legalitas Bisnis"


    Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas artikel mengenai legalitas bisnis. Sebagai negara hukum, segala sesuatu yang ada di Indonesia telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang telah di buat oleh pemerintah. Tidak terkecuali bagi sebuah bisnis.

Perlunya Legalitas Dalam Bisnis

    Dalam mentaati hukum yang berlaku di Indonesia, sebuah bisnis harus memiliki legalitas dalam bisnisnya. Legalitas suatu bisnis atau perusahaan adalah merupakan unsur yang terpenting, karena legalitas merupakan jati diri yang melegalkan atau mengesahkan suatu badan usaha sehingga diakui di mata hukum.
    Legalitas dalam bisnis ataupun perusahaan tidak hanya berlaku bagi jenis usaha dalam skala besar, tetapi usaha skala kecil juga membutuhkan legalitas dalam menjalankan bisnisnya. Bagi usaha berskala kecil, legalitas usaha bermanfaat bagi kemajuan usahanya. Dengan mendapatkan legalitas bisnis, maka suatu usaha akan mendapatkan beberapa manfaat/keuntungan.

Beberapa manfaat legalitas dalam bisnis
  1. Terlindungi oleh hukum
    Suatu bisnis yang sudah memiliki legalitas/izin usaha akan dilindungi oleh undang-undang yang berlaku. Karena semua sudah di atur dalam perundang-undangan mengenai badan usaha. 
  2. Kredibilitas bisnis meningkat
    Dengan memiliki suatu legalitas pada bisnis maka suatu perusahaan akan mendapatkan kredibilitas yang lebih dimata rekan bisnis, investor, dan sebagainya. Dengan adanya legalitas bisnis maka perusahaan akan semakin dipercaya karena legal dimata hukum.
  3. Meningkatkan perkembangan bisnis
    Dalam menjalani sebuah usaha kita tidak bisa berjalan sendiri, agar bisnis terus berkembang terkadang dibutuhkan dana yang bersumber dari investor ataupun pinjaman bank. Dengan adanya legalitas pada bisnis maka akan semakin menarik para investor.

Jenis-Jenis Legalitas Bisnis

    Dalam mendirikan badan usaha seperti Perseroan Komanditer (CV), Firma ataupun Perseroan Terbatas (PT) dibutuhkan berbagai kelengkapan administrasi berupa izin usaha yang dikeluarkan oleh instansi terkait sehingga usaha dapat dijalankan secara legal. 
Berikut beberapa jenis-jenis legalitas bisnis/usaha yang dibutuhkan ketika ingin membuat bisnis.
  1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
    Surat izin usaha perdagangan atau yang sering dikenal dengan SIUP merupakan surat izin yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Setiap perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan, yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memiliki SIUP.
  2. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
    Surat Ijin Tempat Usaha adalah surat untuk memperoleh ijin sebuah usaha di sebuah lokasi usaha dengan maksud agar tidak menimbulkan gangguan atau kerugian kepada pihak-pihak tertentu. Dasar hukum untuk SITU biasanya dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah berupa Perda. Masa berlaku SITU umumnya paling lama 3 (tiga) tahun dan bila telah habis masa berlakunya bisa diperpanjang apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan sepanjang subjek dan/atau objek tidak mengalami perubahan.
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
    Berfungsi sebagai tanda pengenal atau identitas wajib pajak, untuk memenuhi kewaiban, Misalnya dalam pengisian SPP, dan untk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan.
  4. Nomor Register Perusahaan (NRP) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 
    Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang wajib daftar perusahaan, maka perusahaan diwajibkan mendaftarkan ke kantor pendaftaran perusahaan, yaitu di Kantor Departemen Perdagangan setempat. NRP (Nomor Register Perusahaan) disebut juga TDP. NRP/TDP wajib dipasang di tempat yang mudah dilihat oleh umum. Nomor NRP/TDP wajib dicantumkan pada papan nama perusahaan dan dokumen-dokumen yang dipergunakan dalam kegiatan usaha.

Dokumen-Dokumen Legalitas Bisnis

    Dalam mendirikan suatu bisnis, perusahaan juga membutuhkan sejumlah syarat administrasi berupa dokumen penting atau surat izin agar bisa terdaftar sebagai badan usaha yang sah.Di Indonesia sendiri terdapat beberapa dokumen legalitas perusahaan yang wajib dimiliki perusahaan seperti akta pendirian, SK Menteri Hukum dan HAM, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan dokumen legalitas lainnya tergantung dari setiap jenis usahanya masing-masing.
  1. Akta Pendirian Usaha
    Akta pendirian perusahaan merupakan salah satu dokumen yang dibuat oleh Notaris sebagai langkah awal untuk mendirikan perusahaan, baik Firma, CV, ataupun PT, ketiga badan usaha tersebut dibuat berdasarkan akta pendirian. Akta pendirian usaha berisi sejumlah informasi penting milik perusahaan, meliputi nama perusahaan, tempat kedudukan badan usaha, susunan pengurus usaha, jenis bidang usaha yang dijalankan, hingga modal awal yang digunakan untuk mendirikan perusahaan.
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan Usaha
    Nomor Pokok Wajib Pajak merupakan salah satu persyaratan penting bagi sebuah badan usaha yang ingin melengkapi dokumen administrasi perpajakan yang legal. Setelah memiliki NPWP, perusahaan Anda akan terdaftar secara resmi dalam sistem perpajakan di Indonesia.
  3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
    Dokumen ini wajib dimiliki oleh perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan maupun pelayanan jasa. SIUP dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat sebagai tanda perizinan bagi pengusaha untuk melakukan usahanya.
  4. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
    Surat Ijin Tempat Usaha adalah surat untuk memperoleh ijin sebuah usaha di sebuah lokasi usaha dengan maksud agar tidak menimbulkan gangguan atau kerugian kepada pihak-pihak tertentu. Dasar hukum untuk SITU biasanya dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah berupa Perda.
  5. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    Tanda Daftar Perusahaan merupakan dokumen yang menjadi tanda bukti bahwa perusahaan anda telah terdaftar. Namun, perlu diketahui jika dokumen ini hanya diwajibkan bagi badan usaha berbadan hukum seperti PT, CV, atau Firma.
  6. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
    Tidak hanya mengurus SIUP, sebagai pengusaha yang taat pada hukum dan peraturan yang berlaku, Anda juga wajib mengurus SKDP sebagai surat keterangan yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki domisili di alamat yang tertera dalam SKDP. Persyaratan SKDP masing-masing domisili berbeda.
  7. Surat Izin Usaha Industri (SIUI)
    Dokumen legalitas perusahaan lain yang tidak kalah penting adalah Surat Izin Usaha Industri. Pengusaha atau perusahaan yang memiliki modal dalam rentang 5 hingga 200 juta rupiah wajib memiliki SIUI sebagai salah satu bentuk pemenuhan berkas legalitas usaha.

Pentingnya HAKI Bagi Produk Usaha

    HAKI atau Hak atas Kekayaan Intelektual merupakan hak yang bersumber dari hasil kegiatan intelektual manusia yang memiliki manfaat ekonomi. Dalam arti singkat HAKI merupakan karya atau ciptaan yang dihasilkan pemikiran atau kemampuan intelektual manusia. Untuk mendaftarkan suatu produk ataupun merk dagang melalui lembaga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
    HAKI sangat penting bagi para pengusaha yang memiliki produk original buatannya demi menghindari kasus penjiplakan karya/produk. Karena dengan di daftarkannya produk suatu usaha ke lembaga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) maka ketika ada perusahaan lain yang menjiplak hasil produk usaha kita, bisa dikenakan sangsi pidana. 
                                             UU Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002                                                     "Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu           peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya"
Read More

Kamis, 05 November 2020

Menjadi Wirausaha, Siapa Takut... Jadi Konglomerat Pasti Bisa!!

" Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Muda "
(Oleh Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR)



    Pada kesempatan kali ini, saya akan membuat artikel mengenai salah satu topik yang dibahas pada saat webinar "Menjadi Wirausaha, Siapa Takut... Jadi Konglomerat Pasti Bisa!!" yang di selenggarakan pada tanggal 30 Oktober 2020. Saya akan membahas mengenai topik "Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Muda" yang dibawakan oleh Direktur Kampus II Citra Raya yaitu Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR. 

    Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai "Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Muda" kita harus tahu definisi dari wirausaha dan kewirausahaan.
Kewirausahaan : Merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
                               berbeda (Peter F. Drucker).
Wirausaha         : Merupakan sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil
                              resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri.

   Setelah kita mengetahui definisi dari kewirausahaan dan wirausaha, kita harus mengetahui motivasi menjadi wirausaha agar kita dapat menanamkan poin-poin motivasi menjadi wirausaha sehingga kita bisa memperdalam jiwa wirausaha dalam diri kita.
Beberapa poin motivasi menjadi wirausaha diantaranya :
  • Kesempatan
    Dalam menjadi seorang wirausaha, kita harus mencari dan memanfaatkan segala kesempatan yang ada.
  • Keuntungan Tidak Terbatas
    Keuntungan tidak terbatas maksudnya adalah saat kita menjadi seorang wirausaha kita akan menjadi bos dari diri kita sendiri, sehingga kita memiliki keuntungan yang tidak terbatas dalam hal jam kerja, gaji, dll.
  • Kemerdekaan Dalam Mengelola Usaha
    Kemerdakaan dalam hal ini adalah jika kita menjalankan usaha yang telah kita bentuk, kita bisa semau kita untuk bagaimana menjalakan usaha, tidak tergantung pada waktu ataupun jam kerja.
  • Tantangan Untuk Pencapaian Suatu Hasil
    Dalam dunia bisnis kita senantiasa akan mendapatkan tantangan, tetapi sebagai wirausaha kita harus tetap memperjuangkan bisnis kita ketika menghadapi tantangan agar visi&misi bisnis kita tercapai.
  • Berkarakter
    Dalam hal ini, seorang wirausaha wajib untuk memiliki beberapa karakter, diantaranya :
    - Visioner, yaitu kita harus selalu melihat peluang kedepan.
    - Pejuang Bisnis, kita harus selalu memperjuangkan bisnis yang telah dibuat.
    - Amanah, dalam berbisnis kita harus senantiasa mengingat bahwa kita mendirikan
       bisnis atas izin tuhan. Maka dari itu kita harus berbisnis dengan amanah.

    Setelah kita mengetahui dan mendalami motivasi menjadi wirausaha dan sudah matang ingin menjadi wirausaha, maka tahap selanjutnya adalah kita harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan kita. Kita dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan cara :
  1. Kenali Potensi Diri / Skill dan Minat
    Dengan kita mengenali potensi/skill dalam diri kita, kita dapat mengetahui bidang apa saja yang kita gemari. Sehingga kita bisa membangun sebuah bisnis sesuai dengan bidang kita.
  2. Kreatif, Inovatif, Mandiri dan Religius
    Sebagai seorang wirausaha, kita wajib memiliki ide kreatif, inovatif, serta mandiri dan religius. Kita dipaksa untuk selalu membuat ide ide kreatif baru yang pastinya idenya merupakan ide yang inovatif sehingga kita bisa menarik konsumen.
  3. Berpikir Optimis / Positif dalam Berencana
    Ketika kita memutuskan untuk terjun ke dunia wirausaha, kita harus selalu berpikir optimis/positif dalam berencana. Misalkan kita merencanakan suatu bisnis baru, kita harus berpikir optimis atas bisnis tersebut jangan malah sebaliknya kita berpikir pesimis.
  4. Kenali Lingkungan Bisnis / Well-Informed
    Jika kita menjadi seorang pengusaha, kita harus selalu mengenali lingkungan bisnis yang ingin kita bentuk, sehingga ketika kita memutuskan untuk membentuk suatu bisnis kita langsung tahu target pasar bisnis kita, strategi bisnis, dll.
  5. Bangun Jaringan
    Dalam dunia bisnis, kita harus membangun jaringan dengan lingkungan bisnis kita agar bisnis kita dapat selalu berkembang.
  6. Jujur, Disiplin dan Komitmen dalam Bersikap
    Sebagai seorang pembisnis kita harus mempunyai sikap dasar, yaitu Jujur, Disiplin dan Komitmen. Sehingga ketika kita mempunyai sikap-sikap dasar tersebut, maka kita senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan bisnis.

    Dalam menjadi seorang pengusaha, hal yang harus dilakukan setelah kita mengetahui poin-poin dari motivasi menjadi pengusaha serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan tahap selanjutnya adalah kita harus mengetahui upaya yang harus dilakukan dallam berwirausaha, diantaranya :
  • Pemilihan topik bisnis dan specific target market
    Sebelum kita membangun sebuah bisnis, kita harus memilih bidang usaha yang akan kita buat dan menentukan target pasar untuk bisnis kita. Ketika kita sudah memilih bidang usaha serta melakukan riset target pasar, maka bisnis kita akan berjalan lancar.
  • Ada Passion
    Dalam menjalankan suatu bidang wirausaha, kita harus menjalankan nya sesuai dengan passion / bidang yang kita tekuni sehingga dalam berwirausaha kita akan menjalankan nya dengan nyaman.
  • Tim Yang Handal
    Setelah kita membangun suatu bisnis, langkah selanjutnya adalah kita memilih tim yang handal sesuai bidang yang diperlukan dalam bisnis kita, jangan asal memilih tim karena ketika kita salah memilih tim maka akan menghambat kesuksesan bisnis.
  • Potensi Mitra yang Dipilih
    Terakhir, dalam menjalankan suatu bisnis kita harus memilih mitra bisnis yang saling menguntungkan satu sama lain, jangan sampai kita yang bekerja keras dalam menjalankan bisnis malah mitra kita yang menikmati hasilnya.
    Yang terpenting dalam menjalankan suatu bisnis hal mendasar yang harus dilakukan adalah kita harus melakukan riset pasar, dengan tujuan kita dapat mengenali target konsumen untuk bisnis kita, jangan sampai kita memulai bisnis dengan asal jualan tanpa riset pasar.
Target Market : Merupakan sasaran konsumen yang membeli barang atau jasa dari model
                             bisnis (jenis bisnis) apa yang akan dijalani atau ditekuni.

    Lalu setelah itu kita wajib membangun networking dengan teman/lingkungan sekitar untuk sekedar sharing ngobrol bisnis ataupun bisa juga sebagai partner bisnis kita, karena pada dasarnya kegiatan bisnis tidak bisa dilakukan sendiri. 

    Jangan takut untuk memulai usaha dan jangan takut ambil resiko. Serta kita harus menjalankan usaha kita, karena usaha yang baik sejatinya merupakan usaha yang dijalankan bukan dirancanakan. Kita harus hadapi segala tantangan yang ada dengan semangat, ketika kita menghadapi tantangan ambilah pelajaran yang bisa diambil untuk berkembang, jadikan segala bentuk tantangan sebagai motivasi bisnis agar lebih maju.

    Yang terpenting dalam menjalankan usaha kita harus selalu bersabar dan senantiasa berdoa kepada Tuhan dalam menjalankan bisnis agar diberi kelancaran dalam berbisnis. Dan kita harus konsisten dalam menjalankan bisnis yang telah kita tekuni jangan sampai patah semangat ketika di tengah jalan.

Kesimpulan
    Dalam menumbuhkan jiwa wirausaha sejak muda, ada beberapa poin-poin yang harus kita ketahui dan kita dalami. Ketika kita menjadi seorang wirausaha kita harus jeli dalam mengambil kesempatan yang ada serta kita harus siap untuk menghadapi segala tantangan bisnis. Seorang pengusaha harus mempunyai karakter visioner, pejuang bisnis, dan amanah. Dalam menggali jiwa wirausaha kita dapat melakukannya dengan mengenali potensi yang ada dalam diri kita.

    Ketika kita membangun sebuah bisnis, hal paling mendasar yang harus dilakukan adalah memilih topik bisnis dan melakukan riset pasar untuk menentukan target market, serta kita harus merekrut tim-tim yang handal untuk menjalankan bisnis kita, lalu kita disarankan untuk membangun networking agar bisnis kita berjalan lancar. Dan yang terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis kita sebagai seorang pengusaha kita jangan takut ambil segala resiko yang ada, serta dalam menjalankan usaha kita senantiasa meminta kelancaran dengan cara berdoa kepada Tuhan sehingga niscaya bisnis akan berjalan lancar. Terakhir, ketika bisnis sudah berjalan sebagaimana semestinya, kita harus tekuni dan jangan sampai patah semangat.

Video Materi Seminar Oleh Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME, CIRR

Read More

Kamis, 29 Oktober 2020

My Idea BMC (Lanjutan)

 -------- Travel Kita --------


A. Pengantar Post Lanjutan

    Pada postingan kali ini, saya ingin melanjutkan postingan mengenai My Idea BMC Travel Kita pada pekan lalu. Dalam postingan kali ini saya akan lanjut membahas business model canvas 9 block yang pekan lalu baru dibahas 5 block, kali ini saya akan membahas 4 block BMC.


B. Penjelasan Mengenai 4  Block BMC

6. Key Resources

    Dalam Travel Kita memiliki banyak key resources yang dapat membantu Travel Kita untuk menciptakan dan menawarkan proporsi nilai, menjangkau pasar, mempertahankan hubungan dengan segmen pelanggan serta memperoleh pendapatan, diantaranya Travel Guide yang berpengalaman. Pemandu wisata yang dipilih oleh Travel Kita sudah terjamin akan kualitas dan pengalamannya.


7. Key Activities

    Travel Kita mempunyai beberapa key activities yang dapat menunjang keberhasilan bisnis serta menciptakan dan menwarkan value dalam ber travelling untuk meningkatkan nilai bisnis. Diantaranya kami mengawasi para pemandu wisata agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada customer, serta kita memilih destinasi-destinasi wisata yang dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan kepada customer.


8. Key Partners

    Dalam hal key partners, Travel Kita telah bekerja sama dengan para pemandu wisata yang berpengalaman, serta Travel Kita telah bekerja sama dengan para penyedia jasa penginapan hampir di seluruh destinasi yang disediakan.

9. Cost Structure

    Pada cost structures Travel Kita senantiasa memperhitungkan segala biaya operasional setiap melakukan perjalanan ke segala penjuru destinasi. Travel Kita berkomitmen meminimalisir biaya operasional yang tidak perlu sehingga memberikan layanan travelling dengan harga terjangkau.


Berikut gambaran ringkas mengenai 4 Block BMC


C. 9 Elemen Block Business Model Canvas Travel Kita



Read More

Kamis, 22 Oktober 2020

My Idea BMC

-------- Travel Kita --------

Executive Summary

    Saat ini travelling merupakan salah satu kegiatan yang banyak digemari oleh semua kalangan, terutama para  remaja. Tren wisata  keberbagai wilayah menjadi aktivitas yang sering dilakukan oleh masyarakat saat ini. Di Indonesia tiap tahunnya jumlah wisatawan yang berkunjung meningkat, baik wisatawan lokal, maupun internasional.    

    Industri pariwisata telah berkembang pesat selama beberapa tahun belakangan ini, hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat sehingga persebaran informasi mengenai pemandangan-pemandangan megah di seluruh penjuru dunia.

    Dalam masa pandemi seperti ini banyak masyarakat yang terpaksa menunda perjalanan nya dikarenakan masyarakat di sarankan untuk dirumah saja. Dan pada saat new normal ini permintaan untuk melakukan perjalan baik dalam negeri ataupun mancanegara meingkat pesat.

    Travel Kita menawarkan paket liburan sesuai dengan kebutuhan anda, setiap destinasi yang dilakukan pastinya akan dilayani oleh tim kami yang telah berpengalaman, sehingga anda benar-benar merasakan liburan yang berkesan dan tak terlupakan. Dan yang terpenting Travel Kita menyediakan liburan yang selalu mengikuti protokol kesehatan pada masa new normal ini sehingga perjalanan anda akan senantiasa berkesan dan selalu mengedepankan faktor kesehatan.

    Travel Kita akan selalu menghasilkan konsep - konsep liburan yang segar demi meningkatkan pariwisata di Indonesia dengan melayani jasa pariwisata, baik dari segi pelayanan perjalan maupun transportasi. Integrasi antara pelayanan perjalanan dan transportasi akan menciptakan setiap pelayanan akan terasa memuaskan.


1. Customer Segments

    Seperti halnya yang telah dijelaskan di atas Travel Kita dalam memajukan pariwisata di Indonesia, Travel Kita berkomitmen untuk mengedepankan destinasi-destinasi lokal serta kita menyediakan paket perjalanan untuk kelompok private maupun open trip (sharing trip). Dan target customer kita merupakan para remaja milenial.


2. Value Propositions

    Dalam hal ini Travel Kita memberikan kemudahan bagi para traveller untuk mencapai destinasi impian dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Travel Kita senantiasa memberikan pengalaman travelling yang berkesan dan sulit untuk dilupakan.

3. Channels

    Travel Kita melakukan publikasi melalui instagram dengan membuat konten  menarik dan meningkatkan keterlibatan followers melalui promosi destinasi-destinasi menarik di Indonesia. Serta Travel Kita telah bekerja sama dengan para pemandu wisata yang telah berpengalaman dalam bidangnya.

4. Customer Relationships

    Travel Kita akan memberikan pelayanan yang terbaik dalam melayani para customer dan senantiasa menjaga kepercayaan customer dengan membuat customer service yang tersedia pada hari senin-jumat pada jam kerja. Segala bentuk keluhan customer yang disampaikan melalui customer service maupun media sosial, kita akan selalu berusaha merespon dengan baik.

5. Revenue Streams

    Travel Kita memiliki paket-paket travel yang merupakan harga tetap (Fixed Price), karena Travel Kita senantiasa memperhitungkan biaya perjalanan dengan sangat rinci sehingga produk pada Travel Kita tidak bisa di tawar. 




Read More

Kamis, 15 Oktober 2020

Business Model Canvas

    Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Business Model Canvas. Sebelum membahas lebih dalam mengenai apa itu Business Model Canvas, kita akan membahas terlebih dahulu apa itu Business Model.


Business Model

    Business Model atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai model bisnis merupakan Suatu model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai - baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya.

    Menurut Alexander Osterwalder, Business Model adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses dan sistem. 

    Semua pelaku bisnis harus memiliki pemahaman yang sama terhadap Business Model sehingga diperlukan sebuah konsep yang dapat memberikan satu gambaran standar. Konsep ini harus simple, relevan dan mudah dipahami secara intuitif. Konsep inilah yang diberi nama 9 Building Blocks.


Business Model Canvas (BMC)

    Bisnis model kanvas adalah salah satu dari sekian model bisnis yang berkembang di dunia. Business Model Canvas ialah suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah.

    Konsep bisnis model canvas mengandalkan gambar-gambar ide sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang sama dan riil terhadap tipe-tipe konsumen mereka, pengeluaran biaya, cara kerja perusahaan dan sebagainya.
    Model bisnis kanvas ini pertama kali dikembangkan oleh Alexander Ostelwarder. Dengan menggunakan model bisnis ini, kita dapat menggambarkan dan mengerucutkan beberapa aspek bisnis sebagai sebuah strategi yang utuh. Bisnis model kanvas ini terdiri dari sembilan element yang dapat menunjang berjalannya sebuah bisnis.

Tujuan Pembuatan Business Model Canvas 
    Pembuatan Business Model Canvas tentu saja bertujuan untuk membantu perusahaan merancang perencanaan proses bisnis dan menetapkan serta memvalidasi poin penting dalam bisnis seperti; sumber daya, aktivitas, hubungan yang akan dijalin dengan pihak terkait, pendapatan, hingga pengeluaran yang harus dikeluarkan.

Contoh BMC Dan 9 Block BMC
1. Value Proposition
Value proposition merupakan nilai yang diposisikan perusahaan untuk calon customer. Nilai tersebut mencakup produk atau jasa serta bagaimana perusahaan ingin dilihat oleh calon customer. 

2. Customer Segments
Dalam suatu bisnis, customer menjadi salah satu komponen penting. Dari customer suatu perusahaan akan mendapatkan income. Perusahaan dapat mengisi blok ini dengan segmentasi customer seperti apa yang mereka incar sesuai dengan value proposition. 

3. Channels
Setiap perusahaan memerlukan sarana atau cara untuk menyampaikan jasa atau produk mereka kepada customer. Channels merupakan sarana atau cara untuk menyampaikan jasa atau produk kepada customer sesuai segmen yang ditentukan sebelumnya. 

4. Customer Relationship Di dalam lingkup ini yang dinilai adalah bagaimana menjalin hubungan dengan pelanggan. Agar customer tidak mudah berpaling ke bisnis lain, maka sangat penting untuk menjalin hubungan yang baik dengan customer. Selain itu, diperlukan juga pengawasan yang ketat dan intensif dalam customer relationship.

5. Key activities
Ada banyak aktivitas yang harus dilakukan perusahaan dalam menghasilkan produk atau jasa serta bertahan di tengah kompetisi. Perusahaan dapat mengisi berbagai macam kegiatan yang akan mereka lakukan untuk menghasilkan produk dan jasa dalam blok key activities. Key activities juga menunjukkan kegiatan utama yang harus diberi perhatian lebih oleh perusahaan.

6. Key Resources
Sumber daya merupakan kunci mewujudkan value proposition melalui key activities yang akan dijalankan. Dalam key resources, perusahaan dapat mengisi dengan sumber daya apa saja yang mereka miliki, baik tenaga kerja maupun benda mati seperti perlengkapan dan peralatan.

7. Key Partnership
Tidak mungkin perusahaan akan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan relasi dari pihak lain, baik customer maupun pemasok bahan utama. Untuk memperlancar relasi yang terjaga dengan baik, perencanaan bagaimana relasi akan berjalan ketika eksekusi bisnis.  Key resources dapat diisi dengan pihak-pihak mana saja yang harus diajak bekerja sama untuk mencapai tujuan.

8. Revenue Stream
Selain kegiatan penting yang telah dijabarkan dalam key activities, perusahaan harus menentukan bagaimana mereka akan mendapatkan profit atau keuntungan dari key activities yang akan berjalan berdasarkan value proposition. Revenue stream menjelaskan bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan ketika bisnis telah dieksekusi.

9. Cost Structure
Tidak hanya mendapatkan keuntungan, perusahaan harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk menjalankan bisnis dan mendapatkan keuntungan. Cost structure meliputi jenis biaya yang sekiranya akan dikeluarkan ketika bisnis telah berjalan. Contoh biaya tersebut antara lain; biaya sewa tempat, internet, listrik, dan sebagainya. Dengan pengelolaan pengeluaran yang akurat, bisnis akan lebih efisien dan terhindar dari risiko kerugian.

Read More