Sabtu, 19 Desember 2020

Pitch Deck

 "Pitch Deck"


    Selamat pagi, siang, ataupun malam kawan kawan, sesuai judul yang tertera, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan artikel mengenai kewirausahaan. Pada kesempatan kali ini saya membahas mengenai "Pitch Deck". Pasti kalian bertanya tanya apa sih pitch deck itu, apasih manfaat pitch deck, dan apa saja yang terkandung dalam pitch deck.

Pengertian Pitch Deck

    Pitch Deck merupakan sebuah presentasi singkat yang menjelaskan gambaran umum mengenai rencana bisnis. Dengan bantuan tersebut, kita bisa menjelaskan seperti apa produk kita kepada calon investor dan membuat mereka tertarik memberikan pendanaan untuk bisnis kita. Pitch deck biasanya dibuat menggunakan berbagai macam tools umum seperti PowerPoint, KeyNote, atau Prezi. Dalam membuat pitch deck tidaklah boleh asal-asalan. Tampilannya haruslah menarik dan informatif. Pitch deck biasanya terdiri dari beberapa slide dan menceritakan dengan jelas apa tujuan dan lingkup bisnis startup-mu.

Tujuan dan Manfaat Pitch Deck

    Tujuan umum penggunaan pitch deck adalah untuk menginformasikan atau melempar sebuah ide bisnis kepada calon pengguna (customer), co-founder (mitra bisnis), mitra usaha atau pihak-pihak lain yang dianggap dapat membantu atau menunjang pengembangan dari sebuah ide bisnis, maka pitch deck dapat digunakan di setiap tahapan siklus bisnis atau startup.
    Tak hanya untuk menjelaskan rencana bisnis, pitch deck juga bisa kita gunakan saat bertemu dengan perusahaan lain untuk bekerja sama atau orang yang akan menjadi calon co-founder. Secara singkat tujuan dibuatnya pitch deck adalah untuk menarik investor agar mau membiayai atau mendanai startup yang dibuat.
    Perlu diingat kembali Pitch Deck merupakan sarana untuk menarik atau mempengaruhi investor untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ide bisnis atau perusahaan (startup) yang sedang dipresentasikan. Selain pengertian, tujuan dan manfaat Pitch Deck juga mempunyai unsur-unsur penting yang dapat menunjang agar penyusunan pitch deck dapat dijalankan secara sukses.

Unsur-Unsur Pitch Deck

    Unsur-unsur pitch deck sangat penting diketahui bagi para perintis bisnis, sebab dalam membuat pitch deck ada beberapa unsur yang harus di ketahui, diantaranya :
  • Cover 
    Unsur pada bagian ini menampilkan “Kesan Pertama” dari bisnis kita. Cover harus dibuat menarik perhatian agar audience tertarik untuk memperhatikan presentasi. Dalam unsur cover, terdapat nama atau logo bisnis, lalu tagline bisnis.
  • Problem
    Bagian ini menguraikan atau mengilustrasikan dengan jelas problem atau masalah yang ada, dengan menengahkan. Saat melakukan pitching, pancing emotional feeling audience anda dengan cerita mengenai problem atau permasalahan yang biasa terjadi di sekeliling mereka yang berkaitan dengan produk/jasa yang anda tawarkan.
  • Solution
    Bagian ini berhubungan erat dengan unsur kedua, dimana anda diminta menjelasakan mengenai solusi yang anda berikan. Jelasakan apa itu produk/jasa anda, dan tunjukkan perbedaan antara sebelum dengan sesudah menggunakan solusi dari produk anda.
  • Market Size
    Pada Unsur Bagian ini menengahkan bahwa bisnis kita memiliki market atau pasar (marketable). Dengan Menjelaskan secara singkat mengenai customer dan pasar potensial yang ada bagi produk atau jasa yang ditawarkan.
  • Product
    Bagian ini menjelaskan produk atau jasa yang di tawarkan secara singkat dan jelas. Dengam menampilkan maanfaat dari produk atau jasa pada bisnis kita,  fungsi produk atau jasa yang dalam mengatasi problem yang ada  dan menegaskan keunikan produk atau jasa pada bisnis kita, kemudian untuk membuktikan produk kita dapat Tampilkan testemoni.
  • Go to Market
    Jelaskan bagaimana perencanaan dari bisnis yang ditawarkan untuk mendapatkan perhatian pelanggan dan seperti apa proses penjualannya. Gambarakan dengan ringkas dan jelas taktik (strategi) utama yang ingin di gunakan
  • Competition
    Jelaskan bagaimana kondisi persaingan yang dihadapi? Buatkan peta persiangan yang ada (posisi, kekuatan, kelemahan, dan peluang yang mereka miliki). “Fokus utama pada apa yang membedakan Anda dari pesaing dan kelebihan apa yang Anda miliki dari mereka” (kemitraan, teknologi, kekayaan intelektual, kesederhanaan, proses bisnis, jaringan dan lain-lain)
  • Traction
    Traction merupakan suatu pembuktian bahwa ide bisnis atau bisnis yang ditawarkan mempunyai nilai ekonomis atau potensial untuk dapat dikembangkan dengan baik. Bisanya berupa hasil dari tahap pengembangan produk atau jasa pada tahapan awal sikulus bisnis (uji coba model binis yang akan digunakan), dimana menunjukkan hasil bahwa solusi yang ditawarkan bisnis dapat mengatasi permasalahan yang ada.
  • Team
    Jelaskan mengapa anda dan atau tim anda adalah orang yang tepat dan kompeten untuk menjalankan ide bisnis yang anda rencanakan. Tunjukkan keahlian dan keunik setiap anggota tim dan bagaimana tim anda akan dapat bekerja sama untuk mendukung anda menuju kesuksesan ide bisnis anda.
  • Call for Action
    Buatlah pernyataan secara singkat namun jelas mengenai apa yang dibutuhkan (tujuan utama) bisnis anda saat ini. Seperti, seberapa besar dana yang anda butuhkan, Untuk apa dan Bagaimana Kerjasama yang dilakukan.
  • Close
    Pada slide penutup ini, kita cantumkan; Nama dan logo starup, Contact atau bagaimana mana cara menghubungi anda atau tim anda  dan Cantumkan kembali “pernyataan pertama yang mengesankan” dari Ide Bisnis atau perusahaan Anda.
    Dengan kita mengetahui unsur-unsur pitch deck yang telah dijelaskan diatas , diharapkan kita dapat membuat pitch deck dengan baik sehingga presentasi pitch deck kita kepada calon investor akan dapat mudah di pahami.

Tips & Tricks Dalam Penyusunan Pitch Deck

  1. Buat pitch deck yang terdiri atas 10 – 15 slide
    Saat melihat sebuah pitch deck, seorang investor sebenarnya hanya ingin melihat garis besar dari suatu produk atau jasa yang dipresentasikan. Waktu mereka biasanya tidak banyak, maka presentasi pitch deck harus singkat namun bisa memberikan gambaran yang jelas. Untuk itu, slide yang dipersiapkan pun tidak boleh terlalu panjang. Agar pesan yang ingin disampaikan dalam presentasi kita dapat dipahami oleh audience.
  2. Pahami Materi Pitch Deck dengan Baik
    Para investor ketika berhadapan dengan startup tahap awal biasanya tidak akan terlalu memikirkan akurasi data yang ditunjukkan para founder di dalam pitch deck. Mereka justru lebih ingin melihat bagaimana cara berpikir para founder dalam menemukan angka tersebut, dan bagaimana menghubungkannya dengan bisnis yang sedang dipresentasikan.
  3. Gunakan ukuran huruf yang mudah terbaca
    Pitch deck bukanlah sebuah laporan atau skripsi yang akan dibaca kata per kata oleh sang investor. Mereka biasanya akan membaca sekilas untuk menghemat waktu, dan berusaha menangkap apa sebenarnya produk atau ide bisnis yang akan dikembangkan.
  4. Jangan terlalu kaku, cerita seperti biasa saja
    Beberapa investor mungkin bosan mendengar penjelasan penuh slide yang disajikan. Tapi, anda bisa membuatnya lebih menarik dengan bercerita. Presentasi bisnis gak selamanya harus kaku. Dengan bercerita, investor akan lebih tertarik untuk mendengarkan dengan antusias.
  5. Penjelasan yang fokus
    Presentasi dengan cara bercerita bukan berarti anda bisa seenaknya ngomong sana-sini. anda tetap harus fokus terhadap apa yang ingin kamu sampaikan. Karena kalau bertele-tele, takutnya akan menyita waktu lebih lama. Sementara waktu para investor gak cuma buat mendengarkan anda ngoceh doang.
  6. Hindari penggunaan kata-kata yang rumit dan bertele-tele
    Selain untuk menghemat waktu, langkah ini pun perlu di lakukan agar sang investor bisa mudah memahami produk yang tengah dipresetasikan. Contoh kalimat rumit: “Kami membuat sebuah perpaduan teknologi kecerdasan buatan dan blockchain di dunia perbankan.” Contoh kalimat sederhana: “Produk kami memungkinkan orang yang tidak mempunyai rekening bank untuk bisa bertransaksi online.”
  7. Tunjukkan kelebihan dari produk yang dimiliki
    Ketika menawarkan sebuah produk, pastinya anda memberi tahu hal-hal positif tentang materi presentasi yang dibawakan. Kelebihan dibandingkan produk lain harus anda tonjolkan kepada klien agar mereka merasa tertarik dan diyakinkan atas presentasi yang kamu bawakan.
  8. Utarakan profil perusahaan yang jelas
    Penjelasan yang fokus adalah mampu menceritakan keseluruhan bisnis tanpa memakan waktu lama. Yang harus diutarakan pertama adalah profil perusahaan. Jelaskan bergerak di bidang apa bisnismu, dan seperti apa model bisnisnya, Kemudian, produk atau jasa apa yang kamu jual. Jangan lupa untuk memberikan sesuatu penjelasan singkat mengenai keunikan dari produkmu, apa yang membuatnya beda dari produk-produk lainnya.

Penutup

Setelah semua seluk beluk pitch deck yang sudah dijelaskan diatas, diharapkan kalian bisa membuat pitch deck dengan baik dan mudah di pahami. Jika masih belum memahami apa itu pitch deck dan bagaimana membuatnya coba kalian baca lagi perlahan-lahan sembari memahami tulisan diatas.

Sekian pembahasan kali ini mengenai pitch deck, semoga materi yang disampaikan dapat mudah di pahami oleh para pembaca, terimakasih bagi yang sudah mampir di blog ini.
Read More

Sabtu, 12 Desember 2020

Marketing Insight - Apa dan Bagaimana

"Marketing Insight - Apa dan Bagaimana"

(Webinar Esa Unggul Kampus Citra Raya)



    Selamat pagi, siang, ataupun malam kawan kawan, pada kesempatan kali in saya akan membuat artikel mengenai "Marketing Insight - Apa dan Bagaimana" yang dilaksanakan pada sabtu, 05 Desember 2020 oleh esa unggul kampus citra raya. Pada webinar kali ini terdapat 2 narasumber yaitu Ibu Diana Fajarwati, ST, MSM. selaku lecturer, researcher, consultant dengan materi "Marketing Insight" dan Ibu Cicilia S. Bangun, ST, MT. selaku kepala biro pemasaran Universitas Esa Unggul dengan materi "Consumer Insight".
    Sebelum kita membahas topik utama yaitu "Marketing Insight" ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu marketing. Marketing merupakan proses mengenalkan produk atau jasa agar diketahui oleh masyarakat. Marketing juga berarti proses pemasaran produk atau jasa, mulai dari pembuatan strategi hingga apa yang dirasakan oleh konsumen.

Marketing Insight


Insight               : Merupakan suatu pemahaman yang sangat dalam mengenai sesuatu dan
                             pemahaman tersebut selalu muncul sehingga dijadikan sebagai tujuan atau
                             acuan utama.
Market Insight : Suatu pemahaman yang sangat dalam mengenai pasar yang selalu muncul
                             secara tiba-tiba.
    Market Insight juga bisa diartikan sebagai poin penting dalam dunia bisnis yang sering kali digunakan oleh perusahaan. Para marketer perusahaan akan melakukan tindakan tersebut kepada konsumen sehingga konsumen menjadi terpengaruh dengan setiap hal yang disampaikan oleh para marketer.
    Dalam membangun sebuah bisnis kita harus menentukan tujuan bisnis kita / business goal kita, maka kita harus memperhatikan beberapa aspek-aspek bisnis seperti apakah produk bisnis kita dapat diterima oleh pasar, apakah produk kita disenangi oleh konsumen, dan yang penting juga apakah bisnis yang kita bangun menghasilkan profit.

Dalam melakukan market insight, ada beberapa hal yang harus diketahui, diantaranya :
  1. Memahami Kebutuhan Pasar
    Kita harus memahami segala kebutuhan pasar yang selalu berubah secara dinamis agar bisnis kita selalu disenangi oleh konsumen. Ada 3 hal penting dalam memahami kebutuhan pasar, diantaranya :
         - Relevant    : Maksud dari relevant pada hal ini adalah apa produk yang paling sesuai
                                dengan kondisi lingkungan atau trend yang sedang berkembang.
         - Appealing : Appealing dalam hal ini adalah bagaimana kita membangkitkan
                                emosional konsumen dari sisi positif atau dengan kata lain bagaimana
                                produk kita dapat disenangi oleh konsumen. Ada 3 komponen
                                appealing yaitu functional value, emotional value, symbolic value.
         - Suitable    : Suitable dengan cara empati terhadap kapasitas konsumen. Dalam
                               memahami kapasitas konsumen, kita berbicara tentang kemampuan
                               financial konsumen, apakah produk kita dapat dibeli oleh para
                               konsumen. Suitable merupakan langkah penting untuk memilih
                               target market produk kita.
  2. Qualitative Research
    Riset pemasaran kualitatif melibatkan pemeriksaan alami atau observasi terhadap filosofi yang mengatur perilaku konsumen. Arah dan kerangka penelitian sering kali direvisi saat informasi baru diperoleh, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi masalah dan subjek secara mendalam. Kualitas penelitian yang dihasilkan sangat tergantung pada keterampilan peneliti dan dipengaruhi oleh bias peneliti.
  3. Quantitative Research
    Riset pemasaran kuantitatif adalah penerapan teknik penelitian kuantitatif di bidang pemasaran. Ini berakar pada pandangan positivis dunia, dan sudut pandang pemasaran modern bahwa pemasaran adalah proses interaktif di mana pembeli dan penjual mencapai kesepakatan yang memuaskan tentang " empat P " pemasaran: Produk, Harga, Tempat (lokasi ) dan Promosi.
    Sebagai metode penelitian sosial , biasanya melibatkan pembuatan kuesioner dan skala . Orang yang menanggapi (responden) diminta untuk mengisi survei . Pemasar menggunakan informasi untuk mendapatkan dan memahami kebutuhan individu di pasar, dan untuk membuat strategi dan rencana pemasaran .
  4. Social Media Listening
    Social media listening merupakan proses memahami target konsumen dan mengembangkan strategi kampanye marketing. Hal ini dilakukan dengan “mendengarkan” seluruh perbincangan mengenai industri bisnis yang kamu lakoni, brand perusahaanmu, dan semua topik yang berhubungan dengan brand. Social media listening terdiri dari dua bagian proses, yaitu social media monitoring dan analisis. 
    Social media monitoring merupakan kegiatan melacak, mengumpulkan, dan merespon perbincangan dan mention audiens di media sosial tentang brand, perusahaan, pesaing, dan bidang industri Anda. Sedangkan proses analisis adalah menganalisis segala data yang diperoleh melalui social media monitoring untuk membantu menentukan strategi pemasaran digital Anda berikutnya di media sosial.

Consumer Insight


    Consumer insight merupakan upaya atau proses pengidentifikasian semua tentang consumer yang dilakukan secara mendalam, mulai dari segi geografis, kebiasaan, latar belakang, demografis dan berbagai faktor yang mempengaruhi consumer untuk berhubungan langsung dengan produk/jasa yang ditawarkan.
    Secara singkat consumer insight dapat diartikan sebagai cara untuk mencari tahu tipe/karakteristik pengguna produk kita seperti apa, semakin kita mengenal tipe pengguna kita maka semakin bagus terhadap produk kita.

Dalam menentukan consumer insight ada beberapa cara untuk mengumpulkan consumer insight, langkah-langkah dalam mengumpulkan consumer insight diantaranya :
  1. Literature Sources        
  2. Survey      
  3. Obeservation         
  4. Interview       
  5. Online/Sosmed  
  6. Document and Records  
  7. Experiment
    Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, diharapkan perusahaan/bisnis jadi lebih mengetahui apa saja produk yang tepat untuk para konsumen. Karena itu perusahaan harus secara kontinyu memeriksa dan mendengarkan apa yang diinginkan konsumen agar dapat menjaga tingkat kepuasan konsumen.

Meskipun dengan menerapkan consumer insight suatu perusahaan harus mengeluarkan segelintir uang, tetapi hasil dari consumer insight yang didapatkan akan lebih setimpal ataupun lebih banyak. Berikut beberapa manfaat ketika suatu perusahaan menerapkan consumer insight :
  1. Meningkatkan jumlah konsumen.
  2. Meningkatkan pendapatan per konsumen.
  3. Mengoptimalkan iklan.
  4. Mendapatkan feedback yang bagus dari konsumen.
  5. Menjalin hubungan yang baik terhadap konsumen.

Kesimpulan

    Ketika suatu perusahaan ingin melakukan marketing ada kalanya memahami aspek-aspek yang ada di dalam ruang lingkup marketing. Perusahaan juga wajib mengetahui dan mendalami apa itu marketing insight dan juga consumer insight karena kedua hal tersebut mendapatkan peranan penting dalam hal marketing. Kehadiran consumer insight akan membangun link/hubungan antara konsumen dan perusahaan agar para konsumen senantiasa memilih dan mempercayai produk yang dijual oleh perusahaan. Serta dengan menerapkan Marketing Insight suatu perusahaan akan mudah dalam mendapatkan ide-ide baru dan bisa mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk memenuhi kepuasan konsumen.

Video Webinar



Read More

Jumat, 04 Desember 2020

Kemitraan Usaha / Bisnis

Kemitraan Usaha / Bisnis



Pengertian Kemitraan

    Kemitraan merupakan suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan. 
    Menurut Muhammad Jafar Hafsah, kemitraan adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan.
    Konsep formal kemitraan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1995 menyatakan kemitraan adalah kerja sama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

Tujuan Kemitraan

    Pada dasarnya maksud dan tujuan kemitraan yaitu untuk membantu para pelaku kemitraan dan pihak-pihak tertentu dalam mengadakan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan (win-win solution) dan bertanggung jawab. 
    Kemitraan usaha baik dalam skala usaha kecil maupun skala besar pada akhirnya tidak hanya sekedar memberi keuntungan pada pihak yang bermitra, tetapi pula akan berdampak pada pihak-pihak lain atau masyarakat secara umum.
Beberapa tujuan kemitraan diantaranya :
  1. Meningkatkan pendapataan usaha dan masyarakat.
  2. Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan.
  3. Menghindari monopoli pasar.
  4. Memperluas kesempatan kerja.
  5. Menghindari persaingan bisnis / usaha yang tidak sehat.
  6. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi perdesaan, wilayah dan nasional.

Manfaat Kemitraan

    Manfaat yang akan diperoleh dalam kegiatan kemitraan adalah merupakan upaya bersama untuk memperkuat kemampuan bersaing dan untuk membangun tatanan dunia usaha yang kuat dengan tulang punggung usaha menengah yang tangguh saling mendukung dengan usaha kecil dan usaha menengah atau usaha besar, atau membangun tatanan perniagaan yang sehat antara pengelola perniagaan dengan pemilik modal melalui ikatan-ikatan kerjasama.
    Dengan demikian, diharapkan hasil yang dicapai dari k emitraan usaha harus lebih baik atau lebih besar dibandingkan jika dikelola sendiri tanpa kemitraan dengan pihak lain. Jika hasil yang diperoleh dari kemitraan tidak lebih baik dari tanpa kemitraan, berarti kemitraan tersebut gagal. 
Manfaat Kemitraan digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya :
  1. Manfaat produktivitas
    Peningkatan produktivitas dapat ditempuh dengan mengurangi faktor input dan meningkatkan produksi. Selain itu, produktivitas yang tinggi dapat diperoleh dengan cara mengurangi penggunaan input (dengan syarat tidak mengurangi kualitas), sehingga dengan output yang tetap dengan penggunaan input yang sedikit menunjukkan adanya peningkatan produktivitas.
  2. Manfaat efisiensi
    Manfaat efisiensi dapat diartikan sebagai dicapainya cara kerja yang hemat, tidak terjadi pemborosan, dan menunjukkan keadaan menguntungkan, baik dilihat dari segi waktu, tenaga maupun biaya. Efesiensi terjadi bila output tertentudapat dicapai dengan input yg minimum.
  3. Manfaat jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas
    Dengan adanya penggabungan dua potensi dan kekuatan untuk menutupi kelemahan dari masing-masing pihak yang bermitra, maka akan dihasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dan efisiensi serta efektivitas. Produktivitas menunjukkan manfaat kuantitas dan efisiensi serta efektivitas menunjukkan manfaatkualitas. Dengan kualitas dan kuantitas yang dapat diterima oleh pasar, maka akan dapat menjamin kelangsungan usaha.
  4. Manfaat dalam risiko
    Dalam kemitraan kedua pihak memberi peran yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga keuntungan atau kerugian yang dicapai atau diderita kedua pihak sesuai dengan peran dan kekuatan masing-masing. Hal ini berarti bahwa dalam kemitraan, ada rasa senasib sepenanggungan antara pihak yang bermitra sehingga jika ada resiko ditanggung bersama antara pihak yang bermitra, sehingga resiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi berkurang.

Jenis-Jenis Kemitraan Usaha

Berdasarkan posisi pelaku yang bermitra, kemitraan usaha terbagi atas :
  1. Kemitraan Vertikal
    Yaitu kemitraan antara beberapa perusahaan yang memiliki tahap atau tingkatan kegiatan produksi yang berurutan, dari tahap paling awal sampai tahap produksi akhir. 
  2. Kemitraan Horizontal
    Kemitraan horizontal adalah persekutuan yang dari dua orang atau lebih yang memiliki level yang sama pada rantai nilai industri, dimana sebagai pemilik bersama yang menjalankan suatu bisnis untuk mencari keuntungan. Esensi dari kemitraan ini adalah mampu berkontribusi bersama, baik berupa modal kerja dan mampu berinteraksi sesuai kesepakatan dan kode etik yang telah disepakati bersama oleh pihak-pihak yang ada di dalam persekutuan tersebut

Strategi dan Kebijaksanaan Kemitraan Usaha

    Strategi yang ditawarkan dalam kemitraan setidaknya mengandung unsur saling memerlukan, saling menguntungkan dan saling memperkuat. Ketiga unsur tersebut dibangun atasa dasar kepercayaan yang berlandaskan keadilan, kejujuran dan kebijakan. Oleh karena itu strategi pertama adalah strategi komitmen visi jangka panjang sedangkan strategi kedua adalah strategi implementasi misi, atau strategi kesepakatan terhadap sasaran dan tujuan berasama.

    Sedangkan kebijaksaan kemitraan usaha tergantung pada individu perusahaan yang saling bermitra. Kebijaksanaan seperti memenuhi semua tujuan yang telah ditetapkan sejak awal ingin bermitra dan selalu mengedepankan 3 unsur yang telah disebutkan dalam strategi kemitraan. Setidaknya ketika suatu perusahaan sudah bermitra harus selalu memenuhi apa yang telah disepakati oleh partner mitranya.

Penerapan Kemitraan


    Dalam penerapan kemitraan, kali ini saya akan menerapkan konsep kemitraan dengan business model canvas  yang telah saya buat pada postingan beberapa waktu lalu mengenai bmc usaha Travel Kita.
    Seperti yang bisa kalian lihat pada 9 block business model canvas usaha travel kita, saya akan menjalin kemitraan sesuai dengan apa yang tertuang dalam bagian key partners dan channels. Yaitu saya akan bermitra dengan penyedia jasa penginapan sesuai dengan destinasi yang tersedia, para agent dari PO bus, dan juga pemandu wisata (travel guide) yang berpengalaman agar mempermud dalam mengakomodir segala urusan wisata.
    Serta saya akan bermitra dengan para influencer yang memiliki jumlah followers atau pengikut di media sosial yang banyak. Bermitra dengan influencer, diharapkan mereka (influencer) yang terpilih akan mempromosikan jasa travel kita kepada para pengikutnya di media sosial, sehingga akan menambahkan rasa kepercayaan terhadap travel kita kepada para pengikutnya serta menambahkan jumlah customer yang memilih produk travel kita.
Read More